Kuberitahu satu rahasia padamu, Kawan. Buah paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya (Maryamah Karpov, Andrea Hirata, hal 433)



Showing posts with label Mindset and Attitude. Show all posts
Showing posts with label Mindset and Attitude. Show all posts

Tuesday, May 10, 2011

No Water


Putri : Mommy, Mommy, gak ada air, gak bisa mandi (Mommy, Mommy, no water, we can't take bath)
Mommy : Waduh, waduh, bau dong! (Ouch, gonna be smelly!)
Putri : Pakai cologne banyak-banyak hehehe... (Use cologne hehehe...)
Mommy : Susah ya, kalau gak ada air (It's troublesome when we have no water)
Putri : Iya, ntar mau pipis, gimana ya? (Yes, how if we wanna pee?)
Mommy : Mommy lihat ada sedikit air di bak, pas-pas untuk pipis kita. Pipisnya nyambung aja ya, jadi sekali siram hehehe... (Mommy saw there's a bit of water there, enough when we pee. We do continuous pee, so we just need to flush once hehehe...)
Putri : Iiiih, jorok! (Iiiih, dirty!)
Mommy : Lha, mau gimana lagi? Nah, kalau lagi gak ada air kayak begini, apa hal berguna yang bisa kita lakukan? (What we can do then? Hey, when we have no water like now, what's the useful thing we can do?)
Putri : Hmmm... mana ada, Mommy, semua-semua gak bisa dikerjakan (Hmmm...none, Mommy, there are lots of thing we can't do without water)
Mommy : Ada, Sayang. Coba pikirkan. Air banyak gunanya untuk kita kan? (There is, Honey. Think. Water has lots of usage for us, right?)
Putri : Iya. Trus? (Yes. Then?)
Mommy : Kalau gak ada air, kita susah? (When there is no water, we are in trouble?)
Putri : Pasti susah banget! (Absolutely!)
Mommy : Jadi kalau pas lagi gak ada air, kita baru benar-benar menyadari kalau air itu besar banget perannya dalam hidup kita kan? (So when there is no water, we really come to realise that water has huge role in our life, right?)
Putri : Betul juga (Yes, right)
Mommy : Nah, kalau kita sadari, trus? (Ok, after we realise it, then?)
Putri : Kita syukuri waktu ada (We thank for its existancy)
Mommy : Benar, kita syukuri keberadaannya, kita hargai, tidak kita boros-boroskan (Right, we thank for its existancy, we do not waste it)
Putri : Tapi waktu gak ada seperti sekarang ini, apa hal berguna yang bisa kita lakukan? (But when no water like now, what is the useful thing we can do?)
Mommy : Bukankah kita benar-benar menyadari peran besar air waktu airnya pas gak ada? (We realise the huge role of water when we have no water, don't we?)
Putri : Oh iya! (Oh, I see)
Mommy : Jadi, suka & duka tetap ada plusnya (So there is always plus in everything)
Putri : Betul, betul, betul hehehe... Mommy, jadi pipis bareng? (Right hehehe... Mommy, wanna pee together?)
Mommy : :D

Tuesday, April 12, 2011

Beautiful Morning

Beberapa hari lalu, dalam perjalanan ke Kantor, aku membeli koran dari seorang ibu. Suatu aktivitas singkat yg amat sangat biasa, membeli koran pagi. Namun reaksi si Ibu benar-benar membuatku takjub. Dengan sigap, beliau menyodorkan korannya dan sambil menerima uang, dengan senyum lebar & mata bersinar, si Ibu mengucapkan terima kasih dengan penuh semangat; bukan berlebihan namun atmosfer bersyukurnya benar-benar terasa. Dan teman-teman, harga koran itu hanya Rp 1.000,- Rezeki akan selalu bersamamu, Bu...

Di lain waktu, aku membaca artikel di koran tentang seorang ibu yg berprofesi sebagai tukang parkir. Seorang wanita perkasa yg melakoni profesinya dengan semangat & rasa syukur. Di artikel tsb, si Penulis ada menuliskan ucapan si Ibu yg layak diingat, "Bukankah hidup ini indah, Nak?" Ucapan seorang wanita yg harus menahan terik & debu, mengatur kendaraan, dengan penghasilan secukupnya! Rezeki akan selalu bersamamu juga, Bu...

Few days ago on way to office, I bought a newspaper from a woman. A very common short activity, buying morning paper. But the reaction from the woman really amazed me. Quickly she handed me the paper & while accepted the money, with a huge smile & sparkling eyes, the woman said 'thank you' in high spirit; not overreacted but her gratitude atmosphere really felt. And my friends, the paper only costed Rp 1.000,- Fortune will always be with you, Mam...

Another time, I read an article in newspaper about a mother who works as parking worker (parker). A tough woman who works in high spirit & full of gratitude. In the article, the writer wrote the woman's saying that's worth to be remembered, "Don't you think this life is beautiful, Kid?" These are words came from a woman who has to bear heat & dust, arranging cars, with a not-so-much income! Fortune will always be with you, too, Mam...

Menggunakan Masalah sebagai Solusi

Pikiran kamu seperti jalan yg panjang & sepi, & semua masalah adalah para bandit. Menyadari mereka ada di sana, kamu menjadi takut u/ melakukan perjalanan. Kamu bisa menggunakan energi kesadaran kamu seperti menyewa pengawal, menggabungkannya dengan harapan & rasa takut, sambil berpikir 'Jika saya mengamati pikiran saya, mereka akan hilang.' Dengan cara apapun juga, masalah kamu senantiasa muncul. Mereka sepertinya selalu lebih besar & lebih kuat daripada kamu.

Atau kamu bisa memilih menjadi pengelana yg cerdas, yg mengundang masalah kamu u/ melakukan perjalanan bersama, 'menyewa para bandit menjadi pengawalmu'.

Ketika kamu takut, jangan coba menantang rasa takut itu atau lari darinya. Buat kesepakatan dengannya. 'Hai, rasa takut, tetaplah di sini. Jadilah pengawal saya. Tunjukkan betapa besar & kuatnya kamu.' Jika kamu sering melakukan itu, pada akhirnya rasa takut tsb menjadi bagian dari pengalamanmu, sesuatu yg datang & pergi. Kamu merasa nyaman bersamanya, bahkan akhirnya bergantung kepadanya sbg kesempatan u/ menghargai kekuatan pikiranmu. Pikiranmu harus sangat kuat u/ menciptakan masalah seperti itu, bukan?

Ketika kamu tidak lagi melawan emosi yg kuat seperti rasa takut, kamu bebas menyalurkan energi itu ke arah yg lebih konstruktif. Ketika kamu menyewa masalah-masalah kamu sebagai pengawal, mereka menunjukkan kepada kamu bagaimana kuatnya pikiranmu. Kekuatan mereka membuat kamu menyadari betapa kuatnya dirimu.
Saljay Rinpoche kepada Yongey Mingyur Rinpoche)


Your mind is like a long & lonely road, & all the problem are the bandits. Realising they are there, you become afraid to make a journey. You can use your consciousness energy to hire bodyguards, combine them with hope & fear, thinking 'If I observe my mind, they will disappear.' With whatever ways, the problems still appear. They always seem to be bigger & stronger than you.

Or you can choose to be the smart traveller, who invites the problems to do the journey together, 'to hire the bandits as the bodyguards.'

When you are afraid, do not challenge the fear or run from it. Make a deal with them. 'Hi, fear, stay there. Be my bodyguard. Show me how big & strong you are.' If you often do this, the fear will become part of your experience, something that comes & go. You'll feel comfortable with it, even depends on it as a chance to appreciate the power of your mind. Your mind has to be very strong to create this problem, right?

When you are not opposing the strong emotion, such as fear, you are free to distribute your energy to a more constructive way. When you hire your problems as bodyguards, they will show you how strong your mind is. Their strength make you realize how strong you are.

(Saljay Rinpoche to Yongey Mingyur Rinpoche)

Wednesday, March 23, 2011

No Worry

Seorang lelaki bijak pernah berkata bahwa ada 2 hari dalam hidup ini yg tak perlu dikhawatirkan:

Yg pertama adalah "kemarin".
Kita tak dapat mengubah apa yg telah terjadi.
Kita tak dapat menarik kata yg telah terucap.
Kita tak dapat menghapus kesalahan.
Kita tak dapat mengulang kebahagiaan yg kita rasakan kemarin.
Biarkan "kemarin" itu pergi, biarkan ia berlalu.

Yg kedua adalah "esok".
Sampai matahari terbit esok, kita tak tahu apa yg akan terjadi.
Kita tak dapat melakukan yg esok itu pada hari ini.
Kita tak tahu esok kita sedih atau bahagia.
Esok belum tiba, biarkan saja.

Apa yg tertinggal adalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tutup.
Pintu esok belum tiba.
Fokuskan diri kita pada hari ini.

Kita dapat melakukan lebih banyak hari ini bila kita memaafkan kemarin dan melepas rasa takut akan esok. Hiduplah untuk hari ini karena masa lalu & masa mendatang hanyalah permainan pikiran yg rumit.

A wise man ever said that there are 2 days in this life those no need for us to worry about:

First, it's "yesterday".
We can't change what have happened.
We can't withdraw spoken words.
We can't delete mistakes.
We can't repeat the happiness we felt yesterday.
Let the yesterday go, let it go.

Second, it's "tomorrow".
Until the tomorrow sun rise, we won't know what'll happen.
We can't do anything tomorrow on today.
We don't know whether we'll be sad or happy tomorrow.
Tomorrow hasn't come yet, let it be.

What left is only today.
The past door has closed.
The future door hasn't come.
Focus ourself on today.

We can do more today if we can forgive yesterday and let go the fear of tomorrow. Live for today because the past & future are just a complicated mind game.


Sumber Tulisan/Writing Source: kutipan/quoted somewhere.

Sunday, February 6, 2011

Segala Sesuatu ada Hikmahnya

Dari Renungan "Lika-Liku Hidup adalah Anugerah Terselubung", oleh Tim Cahaya Maitri:

Di sebuah kepulauan tropis yg hangat, hiduplah seorang Raja yg dibantu seorang Perdana Menteri yg sangat optimis. Perdana Menteri ini juga sangat berpikiran positif sehingga seringkali Raja merasa jengkel karena selalu saja ia mampu menemukan sisi positif dari setiap keadaan.

Pada suatu hari, Raja & Perdana Menteri sedang melakukan perjalanan melintasi hutan lebat. Di tengah perjalanan, Sang Raja beristirahat sambil membelah buah kelapa sebagai pelepas dahaga. Ketika sedang enak-enaknya makan buah kelapa, tanpa sengaja Sang Raja menggigit batok kelapa yg keras itu sehingga giginya terlepas. Ia menjerit kesakitan lalu menyampaikan kesialannya pada Perdana Menteri.

Mendengar keluhan Sang Raja, Perdana Menteri ini malah tersenyum sambil berteriak, "Wow, itu bagus!" "Hah! Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Sang Raja keheranan. "Ya, karena itu adalah pertanda keberuntungan untuk Baginda." Mendengar jawaban ini, Sang Raja menjadi sangat marah. Bagaimana mungkin seorang Perdana Menteri malah menganggap lucu penderitaan seorang rajanya? "Baginda, mohon dengarkan saya," desak Perdana Menteri. "Di balik setiap kejadian yg tidak mengenakkan, selalu terdapat sisi baik yg tidak kita lihat." "Cukup! Ini sudah keterlaluan!" Kini Sang Raja menjadi murka. Ia lalu menangkap dan mengikat Perdana Menteri, lalu dimasukkan ke dalam sumur kering. Sang Raja akan menjemputnya nanti sepulang dari perjalanannya. Sang Rajapun melanjutkan perjalanannya.

Setelah berjalan cukup jauh, Sang Raja dihadang oleh sekelompok suku liar yg sedang mencari orang untuk dikurbankan pada dewa Gunung Api. Begitu suku liar ini mengetahui bahwa yg ditangkap adalah seorang raja, mereka sangat senang dan membawanya ke pemimpin upacara. Lalu suku liar ini mempersiapkan sesajian dan merias Raja ini dengan pakaian kurban yg indah. Ketika hendak dikurbankan dan algojo siap memenggal leher Sang Raja, sang pemimpin suku berteriak menghentikan semuanya. Ia melihat ternyata ada satu gigi Sang Raja yg telah tanggal.

"Kami tidak bisa menggunakan engkau sebagai kurban karena dewa Gunung Api hanya berkenan menerima kurban yg tubuhnya lengkap. Kamu boleh pergi sekarang!" Sang Raja merasa sangat bersyukur. Ia pun lari cepat-cepat meninggalkan suku liar itu. Tiba-tiba ia teringat apa yg dikatakan oleh Perdana Menterinya, bahwa memang benar-benar ada sisi keberuntungan dari sesuatu yg dianggapnya sebagai kesialan. Bergegas Sang Raja pulang. Di perjalanan pulang, ia menjenguk Perdana Menteri yg masih tertinggal dalam sumur kering. Ketika melongok ke dalam sumur, Sang Raja melihat Perdana Menterinya masih terikat rapat dan sedang tersenyum gembira. "Wow! Perdana Menteri ini benar-benar seorang yg berpikiran positif!"

Sang Raja menolong Perdana Menteri itu keluar dari sumur dan meminta maaf atas segala apa yg dilakukan padanya. "Aku minta maaf telah melemparkanmu ke dalam sana," kata Sang Raja sambil memegang bahu Perdana Menterinya.

Kemudian Sang Raja menceritakan apa yg dialaminya. "Aku ditangkap oleh suku liar di sana yg bermaksud mengurbankanku pada dewa Gunung Api. Tapi mereka melihat ada sebuah gigiku yg lepas lalu mereka melepaskanku. Bukankah ini suatu keajaiban?! Sewaktu kau mengatakan hal itu, aku sangat tidak percaya, malah membuangmu ke dalam sumur itu! Maukah kau memaafkanku?" "Ah, Baginda tak perlu meminta maaf," jawab Perdana Menteri sambil tersenyum. "Bukankah itu juga adalah sebuah keberuntungan dan berkah bagi hamba karena Baginda telah melempar hamba ke dalam sumur?" "Hah? Sekarang berkah apa yg bisa kau tarik dari kejadianmu itu?" tanya Sang Raja terheran-heran. "Begini, Baginda," jawab Perdana Menteri, "Seandainya saja hamba tadi pergi bersama Baginda, maka suku liar itu akan menggunakan hamba sebagai kurban untuk dewa Gunung Api!"

Di balik setiap lika-liku kehidupan yg dijalani, selalu ada anugerah yg terselubung di baliknya. Segala sesuatu ada hikmahnya. Tinggal kita bersabar & berkemampuan melihatnya. Gong Xi Fa Chai, wan shi ru yi!

Sunday, January 9, 2011

Everyone Means Something

Setiap orang yang hadir dalam hidup kita punya misi tersendiri. Ada yang menuntun kita, membantu kita, mendidik kita, sampai membuka mata kita; baik dengan cara menyenangkan maupun tidak menyenangkan.

Kurang dari 1/2 tahun lalu saya mengenal seorang teman baru, yang melaluinya saya kian menyadari bahwa terlepas dari masalah saya pribadi, ternyata saya masih jauh lebih beruntung darinya.

Lihatlah ke atas untuk memacu diri, tapi ingat juga untuk melihat ke bawah, mensyukuri apa yang kita miliki saat ini.

People who step into our life, has own mission. Some guide us, some help us, some teach us, some open our eyes whether in nice ways or in bad ways.

Less than half a year ago, I came to know a new friend, whom through her, I realize more that despite of my own problems, actually I'm far luckier than her.

Look up to speed up yourself, but remember to look down, to be grateful of what you have now.

Thursday, January 6, 2011

Simple

Karena masalah teknis, tagihan handphone-ku tak terdebet. Dua hari aku uring-uringan, hanya untuk menyadari: tinggal bayar manual, lalu buka blokir sendiri via operator telepon 24-jam, dan .... selesai. Energi terbuang percuma dengan uring-uringan padahal menyelesaikannya tidak sulit-sulit amat. Memang kadang (atau lebih seringnya), kita yang mempersulit diri!

Due to technical matter, my mobile phone bill wasn't being debited. For 2 days I became irritated, just to find out: pay manually, then open the blockade by myself through 24-hour operator phonecall, and done ... Wasted energy by getting irritated, whereas the way to solve the matter is damn easy. Sometimes (or most of the times), we are the ones who complicate ourselves!

Tuesday, November 23, 2010

Surrendering... Warrior or Worrier?


Worry is like a rocking chair; it gives you something to do, but it doesn't get you anywhere.


… If everything has been written down, so why worry…”a lyric in Dewi Lestari’s song, one of Indonesia singer and very talented writer, “Grow a Day Older”, keep coming to my mind every time I am worry or find someone around me worrying. I remember I used to be a worrier (hope it’s warrior than worrier), too, actually for some points, I am still a worrier till now. In God’s presence, yes, if everything has been written down, so why do we worry? We just need to bravely face whatever come and walk through the life in perseverance. Do your best, let God take care the rest, this is one of my favorite quotes.
One of the best experiences I ever encountered regarding worry, happened six years ago. Since that, I truly believe in the power of surrendering myself in the hand of the Almighty God.

I worked till the last two days before my scheduled caesarian day. The day before caesarian was meant as a rest day, so I finished all my works in office before I went to my Obstetrician at night for a final check. The check resulted that I should have the caesarian a day earlier from the scheduled day due to the fast beat of my baby’s heart. I was doubt. The doctor asked if I want to take the risk and go on with the chosen date. Impossible! I had gone through these 9 months and didn’t want to take any risk for my baby so I agreed to have the caesarian the next day.

I was totally exhausted. I didn’t have enough rest. My baby’s heart was beating faster than normal and this worried me the most. How come everything went quite well and suddenly just two days left and such thing happened. I was in deep worry and started to think of the worst.

Back home, I took bath and dinner. It was almost 10 pm. Less than 12 hours later I would have my caesarian. I didn’t think I could take a good night sleep and my mind went wild… for the worst again and again. Just in a sudden, these words came into my mind “The distance between problem and solution is the distance between knee and floor”. Spontaneously, I kneeled down and realized that I was taking a praying position. I closed my eyes and I started to talk to God, “My Lord, I don’t know what to do to keep all the worries far away from me. Tomorrow I’ll have my caesarian. I love my baby with all my heart, my soul, and my everything. I hand my life, my baby’s life, our life to you. You are the Almighty, whatever has to happen, let it be Your way. I surrender ourselves totally to You. Amen.”

When I opened my eyes, I felt a very serene air around me. My mind was in a very peace state. The worries disappear so fast. I felt totally calm. The surrender to God had created such beautiful calmness and I was amazed. I went to bed and easily fall asleep till the next day.

I went through the whole process, from the pre caesarian to delivering the birth, totally in calmness. It last for so long until I touched my Darling Baby, until the presence of this precious beautiful baby in my hand. Surrendering my whole self to God had helped me through all of this. Transferring me from a worrier to a warrior.

For all the mommies who are carrying their treasured babies, your worry will definitely affect your babies and that is the last thing we want to do. We all want happy-healthy-born babies. So it’s counted on us, the mommies. I found surrendering to God totally and wholly has overcome my worries…

Mengapa Rasa Sakit itu Ada?

Chartrand bertanya, “Saya tidak mengerti sifat Tuhan yang mahakuasa dan maha pengasih.”

“Mahakuasa dan maha pengasih berarti Tuhan memiliki kekuasaan yang tidak terbatas dan memiliki kasih yang melimpah,” kata Camerlengo.

“Saya mengerti konsep itu. Hanya saja… seperti ada sebuah kontradiksi,” kata Chartrand.

“Ya, kontradiksi itu menyakitkan. Kelaparan, peperangan, penyakit…” kata Camerlengo.

“Tepat! Banyak hal mengerikan yang terjadi di dunia ini. Tragedi yang terjadi pada manusia seperti membuktikan bahwa Tuhan tidak mungkin memiliki kekuasaan yang tidak terbatas dan sekaligus kasih yang berlimpah. Kalau Dia mencintai kita dan memiliki kekuasaan untuk mengubah situasi seperti ini, Dia akan mencegah penderitaan kita, bukan?” tanya Chartrand.

“Bayangkan kau mempunyai anak lelaki berumur 8 tahun… apakah kau mencintainya?” tanya Camerlengo.

“Tentu saja,” jawab Chartrand.

“Apakah kau akan melakukan apa saja dengan kekuasaanmu untuk mencegah kesengsaraan dalam hidupnya?” tanya Camerlengo.

“Tentu saja,” jawab Chartrand.

“Apakah kau akan membiarkannya bermain papan luncur?” tanya Camerlengo.

“Tentu saja saya akan membiarkannya main papan luncur, tapi saya akan menyuruhnya untuk berhati-hati,” jawab Chartrand.

“Jadi, sebagai ayah, kau akan memberikan nasehat kepadanya dan membiarkannya bermain dan membuat kesalahannya sendiri?” tanya Camerlengo lagi.

“Saya tidak akan terus-menerus membuntutinya dan memanjakannya kalau itu yang Anda maksudkan,” jawab Chartrand.

“Tetapi bagaimana kalau dia jatuh dan lututnya terluka?” tanya Camerlengo.

“Dia akan belajar untuk menjadi lebih berhati-hati,” sahut Chartrand.

Camerlengo tersenyum. “Jadi walaupun kau memiliki kekuasaan untuk ikut campur dan mencegah agar anakmu tidak menderita, kau memilih untuk memperlihatkan cintamu dengan membiarkannya mempelajari kesalahannya sendiri?

“Tentu saja. Rasa sakit adalah bagian dari bertumbuh. Begitulah kita belajar,” jawab Chartrand.

Camerlengo mengangguk. “Tepat sekali.”

(Diringkas dari Novel” Angels & Demons” – Dan Brown – hal. 428 s/d 430)

Saat Cobaan Datang...

Manusia diberi cobaan untuk menguatkan, bukan untuk melemahkan. Ada kalanya kita mencapai titik puncak kekuatan kita dan mulai merasa tidak mampu untuk go on, merasa kita ini tidak ada apa-apanya, hanya manusia lemah. Pada saat itu, sebenarnya kita dalam masa penyadaran bahwa ada Kuasa yang jauh lebih besar yang membuat arogansi kita selama ini tidak ada artinya. Di titik inilah kita harus belajar bersabar & bertahan karena hanya itulah yang bisa kita lakukan untuk memungkinkan kita terus bertumbuh. Itulah inti & esensi dari cobaan.

Saat kita berhadapan dengan cobaan, di mana tak banyak yang bisa kita perbuat, ingatlah ada 2 pilihan untuk kita: hadapi & jalani dengan tak senang, murung, atau sedih namun toh tetap harus dijalani ATAU a better choice, kita hadapi & jalani dengan tabah sampai dengan berbesar hati kita mampu menerimanya.

Kapan muncul pelangi? SETELAH hujan, bukan? Kapan muncul sukacita? Bisa jadi SETELAH air mata. Yakinilah & hidup kita akan jauh lebih berarti. Tidak ada yang bilang menghadapi & menjalani cobaan itu bakal gampang namun itulah alat uji untuk tumbuh.

Bila begitu beratnya sampai kita ingin menangis, why not? Tuhan memberi kita air mata agar kita punya wadah untuk menaruh kesedihan kita ke tetes-tetes air mata, mengalirkannya keluar sehingga rasa sedih itu tidak tertimbun lama dalam diri kita. Saat kita menangis, kesedihan turut mengalir keluar. It's ok to cry, asal jangan terlalu boros memakai tisu, go green, teman... ;>

Please Slow Down...

Dalam hidup yang serba hectic ini, sering kita 'lupa' menikmati hidup apa adanya, in a very simple way. Kadangkala butuh 'big disaster' to happen, untuk sekedar menyadarkan kita bahwa menikmati hidup adalah berbicara tentang kini, sekarang, now... bukan dulu, the past, bukan pula nanti, besok, masa mendatang, future... it's simply NOW!

Seorang gadis cilik yang sedang sakit parah di New York Hospital menulis sebuah puisi yang menyiratkan betapa berartinya kata 'sekarang' or it'll be too late then...

SLOW DANCE

Have you ever watched kids on a merry-go-round?
Or listened to the rain slapping on the ground?

Ever followed a butterfly's erratic flight?
Or gazed at the sun into the fading night?

You better slow down.

Don't dance so fast.
Time is short. The music won't last.

Do you run through each day on the fly?
When you ask “how are you?”, do you hear the reply?

When the day is done, do you lie in your bed
with the next hundred chores running through your head?

You'd better slow down
Don't dance so fast.
Time is short. The music won't last.

Ever told your child “we'll do it tomorrow”?
And in your haste, not see his sorrow?

Ever lost touch, let a good friendship die
cause you never had time to call and say “Hi'

You'd better slow down.

Don't dance so fast.
Time is short. The music won't last.

When you run so fast to get somewhere,
you miss half the fun of getting there.

When you worry and hurry through your day,
it is like an unopened gift....thrown away.

Life is not a race. Do take it slower
Hear the music before the song is over.


So, friends, take time to slow down & simply enjoy the 'now'... Have a nice weekend!

Handbook 2010... a Forwarded Email

Seorang teman forward ke aku email ini; very nice, please take a look... Moga-moga can inspire you ;)

HANDBOOK 2010

Health:
1. Drink plenty of water.
2. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a beggar.
3. Eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that is manufactured in plants..
4. Live with the 3 E's -- Energy, Enthusiasm and Empathy
5. Make time to pray.
6. Play more games
7. Read more books than you did in 2009 .
8. Sit in silence for at least 10 minutes each day
9. Sleep for 7 hours.
10. Take a 10-30 minutes walk daily. And while you walk, smile.

Personality:
11. Don't compare your life to others. You have no idea what their journey is all about.
12. Don't have negative thoughts or things you cannot control. Instead invest your energy in the positive present moment.
13. Don't over do. Keep your limits.
14. Don't take yourself so seriously. No one else does.
15. Don't waste your precious energy on gossip.
16. Dream more while you are awake
17. Envy is a waste of time. You already have all you need..
18. Forget issues of the past. Don't remind your partner with His/her mistakes of the past. That will ruin your present happiness.
19. Life is too short to waste time hating anyone. Don't hate others.
20. Make peace with your past so it won't spoil the present.
21. No one is in charge of your happiness except you.
22. Realize that life is a school and you are here to learn. Problems are simply part of the curriculum that appear and fade away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime.
23. Smile and laugh more.
24. You don't have to win every argument. Agree to disagree...

Society:
25. Call your family often.
26. Each day give something good to others.
27. Forgive everyone for everything..
28. Spend time w/ people over the age of 70 & under the age of 6.
29. Try to make at least three people smile each day.
30. What other people think of you is none of your business.
31. Your job won't take care of you when you are sick. Your friends will. Stay in touch.

Life:
32. Do the right thing!
33. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful.
34. GOD heals everything.
35. However good or bad a situation is, it will change..
36. No matter how you feel, get up, dress up and show up.
37. The best is yet to come..
38. When you awake alive in the morning, thank GOD for it.
39. Your Inner most is always happy. So, be happy.

Last but not the least: 40. Please Forward this to everyone you care about, I just did it

Something Interesting About "Tukang Parkir"

Ever experienced good and bad things with "tukang parkir"?

Di Jl. Pemuda Medan, dekat Restoran Miramar, tukang parkirnya full of words: "Makasih, Kak, jalan depan lempang, hari ini sepi." "Maju terus, Kak, gak ada mobil, lempang aja." "Ramai, Kak, sebentar, nanti ketabrak... iya, depan udah lempang."

Di Jl. Sumatra Medan, daerah Bank CIMB Niaga, tukang parkirnya sepertinya pernah ikut service excellence (hehehe...); selain bantu kasih arah parkir, dia juga sering membantu menyeberangkan, very nice! Service excellence juga pernah kudapat di Jl. Palangkaraya pas hari Minggu, lagi sepi-sepinya. Selain tugas utamanya, beliau (udah umur 50an tahun) malah sekalian melap kaca spion mobil! Wow!!

Di daerah Jl. Hindu Medan, ada tukang parkir yang suaranya tegas sekali (awalnya kukira lagi marah) dan setiap kukasih uang parkir, ucapan "Terima Kasih, Kak!" selalu berlogat unik, tegas, berirama, dan hebatnya... tulusnya terasa! Juga di jalan yang sama, ada seorang tukang parkir yang selalu mengacungkan jari jempol setiap aku dengan suksesnya parkir (tanpa nabrak apapun hehehe...).

Baru-baru ini di Jl. Wajir Medan, aku parkir sekitar 1 menit dan ketika mau kubayar, tukang parkirnya kasih kode untuk lewat saja. Free! Wow, he had a good consideration about time issue! Thanks :)

Well, like coin of two sides, ada juga tukang parkir yang agak menjengkelkan, meminta Rp 2.000,- instead of Rp 1.000,- sekali parkir, dengan alasan "Aku dapat tugas malam, Kak, kalau malam agak sepi, jadi bayar 2x lah." Yang anehnya, banyak pula yang minta double karena daerahnya tergolong ramai. Ironis toh? Ada juga, bahkan banyak, yang kalau kita pas lagi susah-susahnya mau keluar dari parkir, dianya tidak muncul. Tapi pas sudah selesai, muncul buat nagih. Terus pernah juga kulihat seorang tukang parkir di Jl. Thamrin Medan ditampar seorang supir mobil pribadi (entah masalah apa), kasihan sekali, apalagi si tukang parkir sudah usia 50an.

Whatever it is, this is a unique life. You can find service excellence in a "tukang parkir" padahal belum tentu bisa kita jumpai di customer service bank yang notabene kelasnya lebih high. Apapun pekerjaan kita, when you put extra service for excellence, it will make you brighter, won't it?

NB: Bagaimanapun si tukang parkir, tak usahlah kita jalankan kenderaan kita dan membuat dia harus lari-lari 100 meter untuk mengejar Rp 500,- atau Rp 1.000,- :)

Everyday...

Tahun ini Tiger bersanding dengan Cupid; Oriental dengan Western. Imlek hari pertama pas di hari Valentine. Momen saling mengucapkan "Gong Xi" dan salam positif seputar kesehatan, kebahagiaan, kemakmuran, sekaligus mengungkapkan kasih sayang.

Tahun baru selalu dijadikan titik awal memperbaharui karena lembar kalender lama telah habis dan lembar baru akan segera dimulai. Resolusi akhir tahun dan juga permohonan banyak dibuat menjelang dan pada tahun baru. However, we can make everyday new because actually everyday IS a new day. Yang terpenting adalah niat & determinasi untuk melaksanakan apa yang telah dicanangkan. So, get thru your day as it's your last day, then you'll use it fully & happily

As Valentine, banyak yang merayakannya secara khusus. Bagiku, you can use every single day to express your love to the loved ones. 364 hari berbanding 1 hari, well, you know the comparison!

Dalam seminggu ini, aku mendapat 2 kabar yang membuatku semakin merenungi hidup. Seorang teman meninggal dunia karena kanker seminggu yang lalu. Terakhir aku mengunjunginya adalah 3 bulan yang lalu. Dia menceritakan perjalanannya dari mulai didiagnosa, diperiksa, dioperasi, sampai menjalani perawatan sehari-hari yang menguras energi. Temanku ini adalah tipikal aktif yang sulit duduk diam. Beberapa waktu setelah menjalani operasi, dia malah naik kereta ke mana-mana. Namun diakuinya, kondisinya melemah. "Setiap ada polisi tidur, biasanya aku kan langsung hajar, tapi kali ini, pelan aja udah terasa banget gak nyamannya," begitu katanya. Kami ngobrol berdua selama 1 1/2 jam, berpisah setelah saling memberi pelukan. I never know that it was our last farewell... Selamat tinggal, Felicia, semoga engkau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya...

Beberapa hari yang lalu, seorang temanku kehilangan ibunya, tepat sehari sebelum Imlek. Ibunya koma selama hampir seminggu sebelum menghembuskan napas terakhir tanpa sempat memberi pesan apapun...

Kita cenderung lebih menghargai setelah seseorang itu tidak ada lagi... Semua hal kecil yang pernah mereka lakukan menjadi tampak begitu berarti justru ketika mereka sudah tidak dapat melakukannya untuk kita lagi... We don't have to wait for end year to make life resolution. We don't need to wait for Valentine to express our love. Do it everytime you have the chance. Use the time you have in hand.

May love surrounds us...

Every Step of Mine...


Dari ngobrol dengan temanku, aku mendapat 1 quote yang bagus "SETIAP LANGKAHKU ADALAH PENGALAMAN BARU" = Every step of mine is a new experience. Very interesting.

Kita selalu gampang merasa bosan, merasa selalu mengulangi hal yang sama terus-terusan, then life become monotonous, datar, tidak ada rasanya. Kita mulai terobsesi mencari hal-hal baru tanpa menyadari sebenarnya sering kali hal-hal baru itu ada di depan kita. Just that we don't realize it.

Beberapa minggu lalu aku mengunjungi seorang teman yang terkena kanker rahim stadium II. She appeared to be very strong to me. Dia menceritakan pengalaman yang dilaluinya mulai sebelum didiagnosis sampai dia menjalani operasi dan pengobatan lanjutannya, bagaimana dia terbentur dengan ini dan itu. I'm impressed. Begitu panjang jalan yang dia lalui and she was telling me in excitement, like telling tales. Kubayangkan kalau aku yang melalui itu semua, can I be that strong, that tough?

The point is she views it as a life new experience which she has no choice but to go through it. You can go through it in tears OR you can go through it in toughness. She chose the 2nd and in fact, toughness plus excitement. New step, new experience. Each step is a new experience.

Kembali ke temanku yang pertama, she's in a very tough condition too dan dia telah menjalani proses memandang segalanya sebagai pengalaman baru, that has been directing her to a brand new life, a life full of new experiences, a life so rich that you will feel in deep gratitude.

I'm blessed being able to meet tough people, orang-orang yang bukan hanya kuat mentalnya namun mereka yang memberiku new view of life, dari hal kecil sampai hal besar.

Pikirkan, bukankah setiap langkah yang kita buat itu membawa kita ke titik baru, that we are not being pulled in the past but being moved to the future? Have a nice day :)

Zen Wisdom

Di zaman sekarang ini, di tengah semua kesibukan kita, sering kita menghadapi kondisi yang bikin kita blank, can't think, bahkan sampai setengah semaput. Ada yang men-divert ke parties, religion, hobbies, books, etc. Kalau aku, I choose books. Seminggu terakhir ini aku membaca buku Zen Wisdom, tidak continuous tapi kuusahakan di saat sedang bisa senggang. Sejauh yang kubaca, Zen isn't something easy to be understood but nilai yang terkandung di dalamnya, well, make sense. Ada 2 kutipan yang worth remembered:


1. Semakin sering kita menghadapi kekecewaan, kebingungan, dan kesepian, semakin kuat kita mencari metode rumit u/ meringankannya. Saat solusi kita menjadi semakin rumit, penderitaan kita pun kian berlapis. Dengan segera, kita lupa pada masalah aslinya dan terperangkap dalam jejaring dilema sekunder yang disebabkan oleh solusi itu sendiri. Dalam banyak kasus, obat yang kita tenggak dan efek sampingnya lebih berbahaya daripada penyakit asli yang ingin kita sembuhkan dengannya (Kutipan dari buku “Zen Wisdom, Menemukan Kedamaian Batin dalam Kehidupan Sehari-Hari” Brenda Shoshanna, Ph.D., hal 55).

2. Sajak Mumon
Bunga musim semi, bulan musim gugur;
Angin musim panas, salju musim dingin.
Jika hal-hal yang tak berguna tak mengusik pikiranmu,
Hari-harimu adalah yang terbaik dalam hidupmu.

Moga-moga berguna.

Want & Have

Dua minggu yang lalu aku mengunjungi keluarga di kota asalku, Siantar. Setiba di sana, yang pertama kulakukan adalah membeli nasi “Nenek” yang sudah lama kurindukan. Aku membeli porsi besar; pakai ayam goreng, rendang sapi, kentang, dan ikan asin, and well, I finished that huge portion by myself! Dan itu masih sarapan! Tiga jam kemudian menyusul makan siang berupa nasi + roasted pork, yang dilanjutkan dengan keroyok ramai-ramai rujak buah dan kue sayur. Sungguh hari yang menyenangkan dan mengenyangkan!!

Dalam perjalanan kembali ke Medan, aku masih kepikiran makan mie goreng favoritku yang belum kesampaian. I think I got to save it for my next visit. I know I’m gonna miss it so much!! Ngiler dengan mie goreng lumayan teratasi setelah kupikirkan apa yang ada di bagasi mobil… kue lobak khas Siantar!

Aku tersenyum sendiri. Manusia memang unik dan tak habis-habisnya menginginkan dan meminta. Dulu saat masih tinggal di Siantar, aku ingin sekali berkunjung ke Medan untuk makan nasi Padang di salah satu rumah makan di Jl. Sumatra atau membeli pizza di Pizza Hut atau roti-roti yang beragam jenisnya berbanding di Siantar. Namun saat sudah pindah ke Medan dan tinggal hampir 9 tahun, baru 2x aku makan nasi Medan yang kuimpikan saat masih tinggal di Siantar. Sebaliknya, saat tinggal di Siantar, aku juga tidak terlalu sering membeli nasi “Nenek” kalau mau dibandingkan dengan rasa ngiler yang mendera saat ini.

Apakah memang benar when things are within your hands to reach, you tend not to want it that much daripada when those things are far from your hands to reach? Kalau disama-samakan dengan pacaran, apakah lebih menantang saat pdkt berbanding setelah berhasil nembak? Atau benarkah lebih seru saat pacaran berbanding setelah melangkah ke pelaminan? Is it human nature? Back to you, readers!

Mungkin kita memang harus diam sejenak untuk benar-benar mengerti 2 kalimat berikut ini:
If you don't get everything you want, think of the things you don't get that you don't want (Oscar Wilde).
• To be upset over what you don't have is to waste what you do have (Ken S. Keyes, Jr.)

Enjoy the process of wanting and cherish the moment of having…

I (got to) Love My Days!!


3 minggu terakhir ini mengalir dalam satu kata… hectic. Kesibukan yang menguras energi; baik fisik, pikiran, maupun yang terberat… perasaan. Cukup banyak hal yang kualami sehingga automatically banyak yang kupelajari, kuambil hikmahnya, walaupun sebagai gantinya lots of feeling have been mixed up.

Kudampingi seorang sahabat yang mengalami kehilangan besar dan kusadari betapa rapuhnya manusia, betapa tak berdayanya manusia, dan sebaliknya, betapa manusia sebenarnya mampu untuk berdiri kembali and face the pain. Seringkali kehilangan adalah cara Tuhan membuat kita menyadari kuasa-Nya dan belajar menghargai apa yang kita miliki.

Kutemani seorang sahabat yang menghadapi masalah terberat seumur hidupnya. Masalah adalah cara Tuhan mendidik kita, membuat kita tumbuh menjadi lebih tangguh, strong karena pada hakekatnya there are no problems bigger than the human. Instead of “Oh, my God, I have a BIG problem!” kenapa tidak bilang “Hey, problem, I have a BIG God!” Aku selalu menyukai kutipan “Do your very best, then let God take care the rest!”

Kuhadapi teman-teman yang butuh benar-benar membaca & mendalami kutipan ini “What counts is not necessarily the size of the dog in the fight - it's the size of the fight in the dog” (Dwight Eisenhower), bahwa yang penting bukanlah ukuran fisik seseorang dalam suatu perjuangan namun seberapa besar jiwa pejuang yang ada dalam diri seseorang itulah yang jauh lebih penting. Ketika kita mengatakan bahwa “aku akan perform dalam pekerjaanku”, “aku akan perform dalam studiku”, actually how far you have tried, how hard you have fight it for?
Kusaksikan beda tipis antara percaya diri dan arogansi. Bagaimana percaya diri melambungkan seseorang dalam berpikir dan bertindak namun dalam ketidakhati-hatian, lebih satu langkah saja telah membuat rasa percaya diri itu menjadi arogansi. It won’t be nice and it won't do good in the future.

Hectic membuat hari-hariku cukup melelahkan but anyway, if you don't think every day is a good day, just try missing one (Cavett Robert), then well, I must say “I love my days!!”

Menjadi Diri Sendiri... Continued in Quotes

Aku selalu senang dengan quotes, kata-kata kutipan dari orang bijak, yang bisa mencerahkan pikiran kita. Berikut quotes tentang motivasi menjadi diri sendiri, apapun kita, bagaimanapun kita... Take a read, friends!

  • Butuh keberanian untuk tumbuh dan menjadi siapa engkau yang sebenarnya (It takes courage to grow up and become who you really are ~ E. E. Cummings).
  • Hampir setiap orang menghabiskan sebagian dari hidupnya untuk menampilkan kualitas yang tidak dia miliki dan untuk mendapatkan aplaus yang tidak mampu dia simpan (Almost every man wastes part of his life in attempts to display qualities which he does not possess, and to gain applause which he cannot keep ~ Samuel Johnson).

  • Belajarlah untuk menjadi siapa dirimu dan belajarlah untuk berhenti dengan terhormat dari yang bukan dirimu (Learn to... be what you are, and learn to resign with a good grace all that you are not ~Henri Frederic Amiel).

  • Bila Tuhan menginginkanku menjadi yang lain, tentunya Dia akan menciptakanku sebagai yang lain (If God had wanted me otherwise, He would have created me otherwise ~ Johann von Goethe).

  • Biarkan dunia mengenalmu sebagai dirimu, bukan sebagai siapa yang engkau anggap seharusnya, karena cepat atau lambat, bila engkau sedang berpose, engkau akan melupakan pose itu, dan lalu di manakah engkau? (Let the world know you as you are, not as you think you should be, because sooner or later, if you are posing, you will forget the pose, and then where are you? ~ Fanny Brice).

  • Jadilah dirimu sendiri dan katakan apa yang engkau rasakan karena mereka yang keberatan, tidak berarti dan mereka yang berarti, tidak keberatan (Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter and those who matter don't mind ~ Dr. Seuss).

  • Jadilah dirimu sendiri. Ini adalah langkah pertama menuju engkau yang lebih baik (Be what you are. This is the first step toward becoming better than you are ~ Julius Charles Hare).

  • Engkau harus memegang kendali atas nasibmu sendiri. Pulpen yang menulis kisah hidupmu haruskah dipegang oleh tanganmu sendiri (You must have control of the authorship of your own destiny. The pen that writes your life story must be held in your own hand ~ Irene C. Kassorla).

  • Engkau terlahir sebagai sebuah originalitas. Jangan mati sebagai seorang kopian (You were born an original. Don't die a copy ~ John Mason).

  • Lebih baik dibenci sebagai dirimu sendiri daripada dicintai sebagai bukan dirimu sendiri (It is better to be hated for what you are than to be loved for something you are not ~ Andre Gide).

Menjadi Diri Sendiri... The Intro

Pencarian jati diri umumnya dimulai saat di usia remaja. Kita banyak menemui orang, atau bahkan kita sendiri, yang ingin menjadi seseorang, to be somebody. Melihat aktris, kita ingin menjadi seperti mereka. Melihat atlet, mau juga jadi seperti itu. Atau ketika melihat para profesional yang berkantor di gedung megah, wah kita putuskan itulah cita-cita kita. But, have you ever really asked yourself? Ralph Ellison, seorang penulis, menuliskan dengan baik dalam "Battle Royal". Ini kutipan versi aslinya:

All my life I had been looking for something, and everywhere I turned someone tried to tell me what it was. I accepted their answers too, though they were often in contradiction and even self-contradictory. I was naïve. I was looking for myself and asking everyone except myself questions which I, and only I, could answer. It took me a long time and much painful boomeranging of my expectations to achieve a realization everyone else appears to have been born with: that I am nobody but myself.

Sepanjang hidupku, aku terus mencari sesuatu, dan di setiap tempat aku berbalik pada seseorang yang mencoba mengatakan siapa aku ini. Aku menerima jawaban mereka juga walaupun berlawanan. Aku ini naif. Aku mencari diriku sendiri dan bertanya pada setiap orang, kecuali diriku sendiri yang sebenarnya merupakan penjawab tunggal yang mampu menjawabnya. Memakan cukup panjang waktuku dan banyak kesakitan yang menghantamku balik untuk akhirnya menyadari bahwa setiap orang itu terlahir untuk tidak menjadi siapapun tapi menjadi dirinya sendiri.